JALAN- JALAN KE TORAJA – TRAVELING YANG MENDEBARKAN

Salah satu tempat yang sangat ingin saya kunjungi adalah Toraja, aneh memang, ini bukan pantai atau gunung yang merupakan destinasi yang paling banyak diminati oleh banyak para pecinta jalan-jalan tetapi tentu memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan dari destinasi wisata di Toraja adalah “mengunjungi yang telah meninggal”. Kelihatan sangat seram bukan? tapi ternyata tidak seseram itu loh.

Di Toraja acara paling meriah yang mereka adakan bukan pada saat pernikahan ataupun kelahiran, tetapi pada saat kematian. Bahkan untuk mengadakan upacara kematian bisa mengeluarkan 3x lebih mahal daripada acara pernikahan pada umumnya, bisa mencapai ratusan juta bahkan mungkin milyaran, luar biasa bukan? Perlu di ketahui bahwa tidak semua acara penguburan mengeluarkan dana sebanyak itu yah.

Tetapi hal unik lainnya adalah bagaimana cara penguburannya, di Toraja orang yang telah meninggal jarang dikuburkan dengan cara dikubur seperti rata-rata yang di lakukan di daerah lainnya. Di Toraja kebanyakan peti mati hanya di letakan begitu saja, baik di dalam gua, di dalam rumah-rumah, di dalam pohon, ataupun di tebing-tebing yang telah di pahat. Jadi jika kalian melihat adanya tengkorak yang di biarkan tergeletak begitu saja di salah satu tempat penguburan merupakan hal yang “lumrah” di Toraja.


Tempat yang pertama kali saya kunjungi adalah Baby Grave yang merupakan tempat dikuburkannya bayi yang meninggal. Bayi yang meninggal dan dimakamkan di pohon ini syaratnya berusia di bawah 6 bulan, belum tumbuh gigi susu, belum bisa jalan, dan masih menyusui. Menurut teman saya pohon yang digunakan juga tidak sembarang pohon, namanya pohon Taraa. Pohon ini dipilih karena mempunyai getah yang dipercaya bisa menjadi pengganti air susu ibu.

Tempat wisata selanjutnya yang sangat mendebarkan adalah Londa, yang merupakan tempat disemayamkannya jenazah di dalam gua. Mungkin karena pada dasarnya saya bukan orang yang terlalu percaya dengan sesuatu yang mistis, saya cukup menikmati cerita-cerita dari pemandu yang jauh dari kesan horor, bahkan lebih sering mengajak bergurau. Pada saat keluar dari gua baru saya sadari bahwa sebagian dari pengunjung ternyata lebih memilih untuk berdiri di luar di bandingkan masuk ke dalam gua. Kebanyakan justru para wisatawan asing yang sangat semangat masuk ke dalam gua.

Peti Mati dan tengkorak yang terdapat di dalam gua

Dapat dilihat suasana dalam gua penuh dengan tulang belulang serta peti-peti yang disusun rapi. Menurut kisah pemandu, peti-peti yang tersusun rapi dalam satu tempat merupakan keluarga loh. Nah di Londa ini ada juga kisah menarik seperti kisah Romeo dan Juliet yang bunuh diri karena cinta. Cerita yang beredar, dua sejoli ini memutuskan untuk mengakhiri nyawanya karena tidak direstui oleh keluarga karena keduanya masih memiliki hubungan darah yang cukup dekat (sepupu sekali), bisa dilihat di gambar kedua tengkorak di semayamkan bersama dalam gua.

Oh iya, jika kamu berkunjung ke Tana Toraja pada bulan Juni, Juli, atau Desember,  kamu bisa menyaksikan penyembelihan puluhan babi dan kerbau secara masal. Kerbau dan babi sendiri merupakan hewan yang dijadikan kurban untuk upacara kematian karena menurut keyakinan dari masyarakat Toraja, kerbau dan babi tersebut merupakan sarana transportasi menuju puya bagi para arwah manusia yang meninggal dunia. Tapi karena saya ke sini bukan pada saat acara puncak saya cukup puas menikmati wisata yang disajikan.

Kemudian tempat selanjutnya yang saya kunjungi adalah kawasan Lemo, perlu diketahui setiap kawasan yang saya kunjungi, pengunjung cuma diharuskan membayar Rp 10,000 untuk tiket masuk, sangat murah dan terjangkau. Di Lemo kamu dapat melihat kuburan yang diletakan menggantung di dinding yang merupakan kuburan khusus bagi para bangsawan. Bahkan saya sempat melihat bagaimana salah satu tebing di pahat untuk dijadikan tempat pemakaman selanjutnya.

Sekian cerita liburan singkat ke Toraja, mungkin agak mendebarkan tetapi merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Semakin merasa bangga tinggal di Indonesia dengan begitu banyak adat istiadat serta budaya yang begitu banyak dan beragam. Jangan lupa main-main ke Tana Toraja guys 🙂

Read More →
Replies: 1 / Share: