Flores Amazing Day Part 1

Hallo sudah lama tidak ngeblog  lagi, kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya yang layaknya Ninja Hatori selama 7 hari 6 malam mengarungi keindahan daerah timur Flores.

Sebenarnya buat perjalananku kali ini agak berbeda dari biasanya. Trip yang saya lakukan biasanya bareng keluarga, teman atau sahabat kadang pula solo travel jadi pilihan tapi kali ini saya mencoba Open Trip.

Apa sih Open Trip?

Bagi yang belum familiar, Open Trip itu merupakan paket hematnya Private Trip yang biasanya, tau kan kalo misalnya mau ke LN biasanya ada tuh agent-agent perjalanan yang menawarkan kemudahan trip beserta guide dengan harga ‘all in’ yang katanya diskon sana sini jadinya lebih murah. Kelebihannya buat kamu yang malas berpetualang, takut hilang, takut gak tau jalan tapi tetap pengen jalan-jalan biasanya memilih untuk ikut trip dari agent travel ini.

Nah Open Trip agak mirip-mirip nih kayak gitu, bedanya Open Trip itu biasanya teman-temannya gak ketebak, kadang berapa banyak orang dalam groupnya juga gak ketebak. Visi awalnya, agent tersebut ngumpulin orang lain yang memang pengen jalan-jalan ke tempat tujuan kita, dan dengan kuota yang tepat biaya perjalanan jadi bisa dijual lebih murah. Murah ini dalam artian tidak semahal Private Trip, jalurnya jelas, tempat tujuannya jelas, biayanya jelas dan yang terpenting kamu gak bakal tersesat karena ada tour guide yang bakal selalu menemani kamu. Ada plus minus sih jika ikut OT yang akan saya ceritakan di cerita selanjutnya.

Okeh cerita Floresnya dimulai!

Singkat cerita saya beserta sahabat saya sudah lama nih membayangkan pengen ke Flores, tapi hitung sana sini jatuhnya agak mahal kalau misalnya harus nyusun perjalanan Flores cuma berdua, karena jarak tempat wisata di Flores itu jauh-jauh artinya kami harus sewa mobil, sewa penginapan, uang masuk tempat wisata belum lagi karena kami berdua perempuan kayaknya agak serem naik turun bukit cuma berdua doang. Tempat wisata di Flores kebanyakan memang diatas gunung ataupun puncak bukit, apalagi yang paling ingin kami datangi itu Desa Waerebo yang berada di atas Gunung, semakin gundah gulana kalau harus jalan berdua.

Akhirnya kami berdua sepakat buat nyari-nyari OT ke Flores, di zaman sekarang ini saat keinginan berlibur masyarakat Indonesia cukup tinggi mencari OT cukup mudah, searching aja di Google banyak kok ^^.  Setelah menyeleksi lumayan banyak agent, akhirnya kami memilih salah satu OT, saat itu yang kami telusuri paling awal adalah tempat wisata yang ditawarkan, harga, dan juga foto-foto yang di pajang di IG. Buat poin ke-3 memang agak absurb cuma yah gimana menurut kami itu cukup penting, walaupun kami membawa kamera sendiri, tapi kalau foto-fotonya cukup keren berarti kan tour guidenya niat banget fotoin pesertanya, menurutku berarti servicenya lumayan bagus. Karena anak zaman sekarang itu banyak permintaannya, kalau dia berhasil dapat foto bagus, artinya antara tour guidenya pintar foto atau ngambil fotonya berulang-ulang, hahaha.

Nah buat OT kali ini kami dapat harga sekitar 5 jutaan lah, sudah termasuk makan, penginapan, tiket masuk tempat wisata, dan transportasi selama 7 hari 6 malam. Kalian wajib teliti yah, kadang ada OT murah tidak termasuk makan atau tiket masuk tempat wisata. Kalau dihitung-hitung malah jatuhnya sama aja kan malah ribet menghitung pengeluarannya. Titik pertemuannya di bandara Ende, artinya tiket pesawat tidak termasuk yah.

Ada cerita menarik mengenai penerbangan ke Ende, jadi ternyata tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta-Ende dalam sehari, adanya transit via Kupang atau Bali. Buat Transit via Kupang harus transit lagi via Surabaya, sedangkan untuk transit Bali ada yang langsung ada yang transit Labuan Bajo. Walaupun saya memesan tiket 2 bulan sebelumnya, memakai connecting flight Sriwijaya tapi sialnya penerbangan saya di batalkan oleh pihak maskapai 2 minggu sebelum hari H, sedih banget rasanya mana tiket yang saya dapat lumayan murah, sekitar 1,2 juta. Akhirnya saya harus mencari penerbangan lain, saat itu sebenarnya agak galau antara pilih penerbangan dengan transit Bali atau transit Surabaya.

Kebetulan teman saya ambil yg transit Bali, tapi setalah lihat-lihat harga tiket selisih transit Bali lebih mahal 500/600rb, akhirnya dompet berbicara, ya sudahlah akhirnya pilih penerbangan yang lebih murah saja sekitar 1,4 juta, toh ujung-ujungnya ketemu juga. Penerbangan dari Jakarta jam 4 pagi, artinya dari rumah paling tidak harus jam 1 pagi, tiba di Kupang sekitar jam 8 pagi penerbangan selanjutnya jam 3 sore, ini adalah penerbangan yang paling melelahkan.

Pesawat Trinusa dari Kupang, berisi sekitar 20-30 penumpang, kesan pertama (seperti naik roller coster)

Dari Kupang-Ende saya memilih memakai Trinusa Airline namanya memang tidak familiar karena ini cuma maskapai antara pulau-pulau di daerah Flores, tapi makapai ini cukup terkenal di daerah Flores. Tapi ternyata ini merupakan keputusan paling tepat penerbangan via Bali harus di cancel dari pihak Wings Air. Kira-kira 11 orang yang ikut OT dengan maskapai itu harus diterbangkan besoknya. Artinya bakal kehilangan satu spot paling Indah, Danau Kalimutu. Kalau kalian ingin ikut OT ke Flores saran saya sebaiknya nginap di Ende semalam, penginapan di Ende murah-murah loh, daripada rugi kayak teman saya? Mending nginap di Ende semalam, bangun dengan badan segar setelah penerbangan panjang dan siap mendaki gunung ^^.

Senja di Ende, cantik banget apalagi sambil makan indomie goreng, sedap! *unfaedah*

 

Jangan lupa baca postingan lanjutan tentang Flores

Luv Cin Cin 🙂

You might also like …

Post Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *